3/19/12

Nirwana Sitoeking

Nirwana Sitoeking

Link to Nirwana Sitoeking

Apa itu Boolean?

Posted: 18 Mar 2012 01:59 PM PDT

Artikel Boolean ini merupakan sambungan dari artukel sebelumnya yaitu Membuat Multiple objects di coreldraw .
Boolean, seperti juga combine, menyatukan beberapa obyek menjadi satu obyek baru. Namun ada beberapa perbedaan atau sifat khas dari boolean.
  1. Hasil akhir tidak dapat diurai lagi menjadi obyek- obyek penyusunnya.
  2. Dalam pembuatannya obyek baru, obyek penyusun dapat dipertahankan.
  3. Hubungan antar obyek penyusun dapat diatur; apakah weld, trim, atau intersect.
Boolean mencakup
  1. Weld, yaitu menyatukan beberapa obyek menjadi satu obyek baru. Property hasil akhir weld tergantung obyek yang terbawah atau yang terakhir di pilih. Untuk merubah urutan obyek tertentu, gunakan ([shift]+ [pgup]), ([ctrl]+ [pgup]), dst.
  2. Trim, yaitu memotong obyek terbawah atau terakhir terseleksi dengan obyek lainnya. Property hasil akhir trim jelas tergantung obyek yang dipotong.
  3. ntersect, yaitu membentuk obyek baru dari perpotongan obyek- obyek penyusun. Hasil akhir memiliki property sesuai obyek terbawah atau terakhir dipilih.
Boolean
Prosedur boolean ada dua macam. Pertama, anda dapat melakukannya dengan cepat melalui tombol- tombol yang ada pada property bar multiple objects. DockerCara kedua adalah melalui docker shaping. Docker tersebut dapat diakses melalui menu window > dockers > shaping > weld. Dari situ kita dengan mudah dapat berpindah fungsi antara weld- trimintersect dengan cepat. Prosedur ini agak berbeda dari cara pertama. Anda harus memilih obyek- obyek 'lain' terlebih dahulu. Ini bisa lebih dari satu, dan disebut source objects. Setelah itu anda tekan tombol 'weld', 'trim', atau 'intesect', tergantung dari operasi yang anda pilih, dan akhirnya dengan kursor memilih obyek terakhir yang disebut target. Dengan menggunakan prosedur ini anda dapat lebih mengendalikan proses boolean. Pada docker shaping, dapat anda temukan check- box untuk mempertahankan source object (obyek- obyek penyusun) atau target objects (obyek- obyek target; yang dipilih terakhir). Ubah setting semula untuk mengendalikan operasi boolean lebih jauh lagi. Hasil akhir dari proses boolean dengan prosedur ini tergantung dari property target. Pelatihan Pelatihan berikut ini sangat tergantung pada operasi- operasi yang menyangkut multiple objects. Hasil akhir yang diharapkan adalah suatu bentuk ban atau cincin dalam posisi tiga dimensi.
  1. Buatlah sebuah ellipse dengan ellipse tool sehingga hasilnya seperti pada contoh. Ellipse ini selanjutnya disebut ellipse biru.
    ellipse biru
  2. Gandakan ellipse semula, dan perkecil secara sentral. Ellipse kecil ini kita sebut ellipse hijau.
    ellipse hijau
  3. Gandakan keduanya. Yang besar kita sebut ellipse merah dan yang kecil oranye.
    ellipse merah
  4. Dibantu snap to objects, buatlah sebuah Rectangle seperti ditunjukkan contoh. Obyek ini kita sebut rectangle kuning.
    rectangle-kuning
  5. Weld rectangle kuning dengan ellipse biru. Trim ellipse biru dengan ellipse merah. Gandakan ellipse oranye, lalu hasil penggandaan tersebut di- combine dengan ellipse merah.
    Weld rectangle
  6. Terakhir, gunakan ellipse hijau untuk memotong/ men- trim ellipse oranye. Jika behasil, hasilnya akan seperti contoh.
    memotong men-trim
Untuk mempercantik hasilnya, kita akan mencoba mengisi obyek dengan gradient fill. Gradient fill adalah sejenis color fill yang memungkinkan satu obyek diisi dengan beberapa warna sekaligus. Gradient fill sendiri ada beberapa macam; kali ini kita akan mencoba linear gradient :
  1. Isilah obyek biru (tidak lagi berupa ellips) dengan warna hitam. Pastikan obyek ini masih dalam keadaan terpilih untuk langkah berikutnya.
    Ellipse-1
  2. Tekan [G] pada keyboard untuk meng- akses gradient tool, dan tarik/ drag tool tersebut dari titik terendah hingga titik tertinggi obyek, dengan masih dibantu dengan snap to objects.
    Ellipse 2
  3. Lakukan hal serupa dengan obyek oranye. Kali ini dari titik tertinggi ke titik terendah.
    Ellipse 3
  4. Untuk obyek merah, beri color fill kelabu.
    Ellipse 4
  5. Kali ini beri gradient dari titik paling kanan ke titik paling kiri.
    Ellipse 5
  6. Terakhir, hilangkan semua outline atau set warna outline menjadi warna transparent. Jika behasil, hasilnya akan seperti contoh.
    Ellipse 6
Selamat Mencoba ...!! di artikel berikutnya kita akan bahas mengenai Pengertian Align / Distribute dalam coreldraw
Rating: 4.5

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Membuat Multiple objects di coreldraw

Posted: 18 Mar 2012 01:43 PM PDT

Multiple objects adalah suatu keadaan yang tercapai bila lebih dari satu obyek terseleksi dengan pick tool. Keadaan ini istimewa karena:
  1. Memiliki property bar khusus yang otomatis muncul bila lebih dari satu obyek terpilih.
  2. Multiple objects dapat di- combine dan di- break apart terhadap satu sama lain.
  3. Multiple objects dapat di- group dan di- ungroup sesuai kebutuhan.
  4. Multiple objects dalam bentuk group dapat di group lagi dengan obyek atau group lain.
  5. Multiple objects dapat di- atur tata letaknya dengan align atau distribute.
  6. Multiple objects dapat digunakan untuk operasi boolean: weld, trim, dan intersect.
Multiple objects dapat diperoleh dengan (cara menseleksi beberapa obyek):
  • Memilih satu obyek dengan pick tool, lalu sambil menahan tombol [shift], memilih obyek lainnya, dan seterusnya.
  • Dengan pick tool, membuat selection window yang mengelilingi obyek- obyek yang dipilih.
  • Dari sekelompok obyek yang dipilih, pilih kembali obyek- obyek yang ingin di- de- select dengan pick tool sambil menahan tombol [shift].
Setelah memperoleh selection yang terdiri atas beberapa object, property bar akan menampilkan segala hal yang dapat anda lakukan dengan multiple objects selection.

Combine
Meng- combine beberapa obyek adalah menganggap semua obyek tadi sebagai bagian dari obyek yang baru, biasanya berupa curve.
Membuat Multiple objects
Antara lain ini berarti semua obyek (yang sekarang telah menyatu) akan ber- property (fill dan outline) sama. Selain itu, karena sudah menjadi satu obyek, dalam obyek hasil operasi combine berlaku prinsip dasar fill, yaitu dalam bentuk atau shape yang saling tumpang tindih, sub- bentuk yang (dapat) diisi dengan fill harus berselang- seling. Combine dapat dilakukan dengan shortcut ([ctrl]+ [L]), melalui menu arrange > combine, atau melalui tombol yang ada pada property bar multiple objects. Kebalikan dari combining adalah break apart. Dapat dilakukan melalui menu arrange > break apart, tombol pada property bar multiple objects, atau dengan shortcut ([ctrl]+ [K]).

Group
Grouping serupa dengan combining. Bedanya;
  1. 1. Property obyek individualnya masih bisa berbeda- beda.
  2. 2. Obyek penyusun group dapat diakses dengan pick tool click + [ctrl].
Sebuah group sebenarnya belum merupakan sebuah obyek tunggal. Ini menjelaskan sifat- sifatnya yang berbeda dengan combine. Jadi group lebih bersifat sekedar mengelompokkan obyek agar tidak perlu melakukan multiple selection berkali- kali untuk kelompok obyek yang sama. Membuat group dapat dilakukan melalui menu arrange > group, melalui property bar multiple objects, atau dengan shortcut ([ctrl]+ [G]). Untuk melepas suatu group, pilihlah group yang bersangkutan, lalu un- group dengan menu arrange> ungroup, atau shortcut ([ctrl]+ [U]), atau melalui tombol un- group pada property bar multiple objects.
Multiple objects
Untuk membuat group dalam group, pilihlah group dan obyek- obyek lain yang akan di- group, lalu lakukan prosedur group seperti biasa. Untuk melepasnya, un- group pula seperti biasa, sehingga group besar terurai menjadi group yang lebih kecil. Namun bila anda ingin langsung mengurai group besar langsung menjadi obyek- obyek non- group, pilihlah tombol ungroup all dari property bar multiple objects atau melalui menu arrange > ungroup all.  Bersambung ke Artikel berikutnya mengenai Apa itu Boolean ? dalam coreldraw


Rating: 4.5

Transformasi Rotation, Mirror, Size dan Skew

Posted: 18 Mar 2012 10:00 AM PDT

Transformasi  Rotation, Mirror, Size dan Skew
Di artikel ini kita akan membahas tentang  Rotation, Mirror, Size dan Skew yang merupakan sambungan dari artikel sebelumnya yaitu Penggunaan transformasi dalam coreldraw.

Rotation
Field pertama adalah untuk menentukan derajad perputaran.
Jangan lupa bahwa angka positif berarti melawan arah jarum
jam.
Berikutnya, sebagai pusat perputaran, anda dapat menentukan koordinatnya melaluibeberapa cara:
  1. Isi field koordinat center (horizontal dan vertical). Jangan lupa menentukan apakah koordinat tersebut relatif terhadap page atau terhadap object center. Perhatikan status check- box relative center.
  2. Melalui diagram yang ada di bawah check- box relative center, anda juga dapat menentukan posisi pusat transformation, sebagaimana pada docker transformation > position. 
  3. Sebagai alternatif, anda juga dapat memanipulasi metode interaktif yang pernah kita bahas. Lakukan semua prosedur seolah- olah anda akan me- rotate obyek dengan metode interaktif, dan menentukan posisi sumbu- nya secara interaktif dengan men- drag- nya dengan cursor pick tool. Jangan melakukan rotasi pada saat itu, tetapi masukkan nilai yang diinginkan pada field yang ada di docker transformation.
Mirror

Transformasi MirrorMelakukan pencerminan dengan docker transformation agak berbeda dengan metode lainnya. Perhatikan field untuk scale.

Misalnya anda mengisi scale horizontal (H) dengan 20% sementara mirror mode yang anda pilih adalah vertical (yang bawah). Setelah anda menekan apply, hasilnya adalah obyek anda telah di- mirror secara vertical, tetapi proporsi horizontalnya tinggal 20% dari semula.

Jika yang anda inginkan adalah sebatas fungsi mirror, pastikan:

  1. Scale horizontal dan vertical memiliki nilai yang sama.
  2. Check- box non- proportional dalam keadaan tidak aktif, sehingga field scale horizontal dan vertical akan selalu memiliki nilai yang sama.
Seperti juga rotate, transformasi mirror memerlukan sumbu transformasi. Anda dapat memasukkan posisi sumbu yang dimaksud lewat diagram yang ada



    Size
    Menentukan size dengan cara ini sangat mudah. Anda hanya perlu memasukkan nilai lebar (horizontal) atau tinggi (vertical) yang baru ke dalam field yang tersedia.
    size transform

    Skew
    Skew melalui docker transformation memiliki kelebihan, antara lain karena disini anda dapat menentukan titik pusat operasi transformation skew
    Skew-transform
    Rating: 5

    This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

    Penggunaan transformasi dalam coreldraw

    Posted: 18 Mar 2012 09:51 AM PDT

    Pada artikel ini akan dijelaskan lebih jauh mengenai Transformasi, beserta penjelasan mengenai metode- metode pengaplikasiannya.
    Yang termasuk transform ada 5 macam yaitu:
    1. Position/ move
    2. Strech/ resize
    3. Rotate
    4. Skew
    5. Mirror
    Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan Gambar diagram berikut ini.
    transformasi dalam coreldraw
    Perhatikan bahwa tiga transformation terakhir memiliki sifat yang unik, yaitu memerlukan suatu sumbu. Jika karena suatu hal sumbu ini tidak bisa ditentukan, maka yang dianggap sebagai sumbu adalah titik pusat obyek, atau lebih tepat bila dikatakan, titik pusat dari bounding box obyek. Dalam beberapa metode, sumbu transformasi dapat ditentukan.
    Ada beberapa metode untuk melakukan transformasi diantaranya
    1. Transformasi Standard.
    2. Free transform tool.
    3. Transformasi Interaktif.
    4. Transformation docker.
    Transformasi Standard.
    • Dengan menunjuk atau menseleksi obyek dengan pick tool, property bar akan menampilkan beberapa field untuk melakukan transformasi dasar. Melakukan transformasi melalui metode ini akan terasa sangat terbatas karena sumbu tidak dapat ditentukan sendiri, dan juga karena tidak ada field untuk skew. 
    Free transform tool
    • Serupa dengan metode standard, namun di sini sumbu transformasi dapat dispesifikasi atau ditentukan sendiri dengan memasukkan nilainya apda field yang tersedia. Free transform tool dapat diakses dari toolbox, letaknya berkelompok dengan shape tool. Ada beberapa hal baru yang anda temui di sini. Apply to duplicate, bila diaktifkan, akan mengaplikasikan transformasi pada duplikat dari obyek yang terbentuk secara otomatis, sementara obyek aslinya tidak diganggu- gugat. Biasanya digunakan untuk transformasi yang melibatkan position/ move, sehingga duplikatnya tidak bertumpang tindih dengan aslinya. Relative to object merupakan opsi untuk koordinat pusat transformation. Bila diaktifkan, angka yang anda isi pada field koordinat pusat merupakan koordinat dengan 0,0 pada titik pusat obyek. Sebaliknya, pada keadaan normal, isi dari field tadi dianggap merupakan koordinat dengan 0,0 pada ujung kiri bawah paper area.
    Interaktif
    • Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, anda juga dapat melakukan transformasi dengan cara menseleksi obyek dengan pick tool, satu kali click untuk position dan resize/ strech, dan dua kali click untuk rotate dan skew. Bila anda cukup handal mengendalikan [ctrl], [alt], dan [shift], anda juga dapat melakuka mirror. Dengan metode interaktif, sumbu dapat ditentukan, juga secara interaktif.
    Transformation docker.
    • Dengan membuka menu window > dockers > transformations > skew, anda akan memperoleh docker baru dengan nama transformations, yang terdiri atas ke lima fungsi transformasi. Hampir seluruhnya memiliki fungsi tambahan, khususnya yang berkenaan dengan posisi titik pusat transformasi.
    Transformasi Position
    Di sini anda dapat menentukan posisi obyek dengan akurat, yaitu secara koordinat horizontal dan vertical. Satuan yang digunakan tergantung pada satuan yang anda pilih pada page property yang biasanya anda temui pada awal membuat file. Anda juga dapat menentukan, apakah angka yang anda berikan pada field koordinat tadi merupakan:
    • koordinat baru terhadap page. Dalam hal ini pastikan check- box untuk relative position tidak aktif.
      Position transform
    • koordinat baru terhadap posisi sebelumnya, atau dengan kata lain, angka pada field koordinat dianggap sebagai jarak perpindahan obyek secara horizontal dan vertical. Dalam hal ini, aktifkan check- box untuk relative position tidak aktif.
    Kemudian, dapat pula anda temukan pada docker tersebut, sebuah bentuk segi empat yang dikelilingi 8 kotak kecil dan pada pusatnya terdapat satu lingkaran.
    Position transform
    Baik lingkaran maupun kotak kecil tadi merupakan pilihan titik pusat transformasi.  Misalnya anda memilih kotak kecil paling kiri atas. Dalam keadaan ini, semua koordinat obyek dianggap merupakan koordinat dari titik paling kiri atas dari obyek anda, sementara sisanya menyesuaikan diri. bersambung ke artikel selanjutnya yaitu Transformasi  Rotation, Mirror, Size dan Skew.
    Rating: 4.5

    Membuat curve tertutup

    Posted: 18 Mar 2012 09:08 AM PDT

    Berdasarkan keadaannya, curve ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Pengaruhnya yang paling besar adalah bahwa curve terbuka (open curve) tidak dapat diisi dengan color fill maupun jenis fill lainnya. Sebaliknya, closed curve dapat diisi dengan berbagai jenis fill, dan fill itu sendiri kemudian dapat diberi effects seperti
    • Transparency.
    • Powerclip dan 
    • lens
    Oleh karena itu, kemampuan anda dalam mengolah closed curve tidak kalah penting dibanding open
    curve ( Baca : Istilah curve dalam Coreldraw ). Pada Artikel ini kita akan membahas lebih mengenai closed curve (curve tertutup ), hubungannya dengan open curve, dan pengolahannya.
    Untuk mengerti lebih jauh, mari kita ikuti Latihan membuat curve tertutup  berikut;
    1. Buatlah curve yang membentuk huruf 'S' hanya dengan dua node dan satu segment. Ini telah anda coba pada bab open curve. Tinjau kembali bab tersebut bila ada masalah.
    2. Atur ketebalan outline- nya (seleksi obyek dengan pick tool agar property menampilkan drop down menu outline width) sehingga cukup tebal dan mudah dipantau.
    3. Color pallette; click kanan pada warna merah, dan click kiri pada warna hijau. Di sini anda menentukan warna outline merah dan fill hijau. Fill belum tampak karena obyek masih berupa open curve. Node nomor satu kita sebut node (1) dan node lainnya kita sebut node (2).
    4. Pilih node (1) dan (2) dengan shape tool (atau [F10]).
    5. Dari property bar node edit, tekan icon Extend curve 'extend curve to close' atau Auto close curve'auto close curve'.
      Istilah curve tertutup
      Kini dapat kita lihat bahwa curve sudah menjadi tertutup dengan adanya segment lurus baru. Kita namakan segment (b), sementara yang lainnya segment (a).
    6. Jika masih berupa line, akseslah segment (b) dan ubah sifatnya menjadi curve.
    7. Ubah sifat node (1) menjadi smooth, dan (2) menjadi symmetrical. Perhatikan perbedaannya. Kini curve anda menyerupai angka 8.
    8. Anggaplah pada curve terdapat dua titik imajiner, masing- masing titik (L`) dan (M`)
    9. Dengan shape tool, click- lah satu kali pada titik imajiner (L`) sehingga timbul tanda.
    10. Berikan node di tempat tersebut dengan menekan icon Add curve 'add node' pada property bar.
      Timbul node tambahan yang kita sebut node (L).
    11. Dengan shape tool pula, buatlah node (M) dengan cara langsung double click pada titik (M`). Ini merupakan cara alternatif untuk menambah atau mengurangi node.
      Istilah curve tertutup
      Kini, objektif kita adalah memecah curve kita menjadi dua, dengan titim (L) dan (M) sebagai titik perpotongan.
    12. Pilih titik (L) dan (M) dan click pada icon Break curve 'break curve' (bisa satu persatu maupun sekaligus). Kini titik (L) dan (M) masing- masing menjadi dua titik terpisah, sekaligus membuat curve kembali terbuka.
    13. Rombak posisi node- node baru tadi (beserta curve control points- nya) sehingga menjadi seperti pada gambar
      Istilah curve tertutup .
      Kita anggap node- node tersebut bernama (P), (Q), (R), dan (S). Sekarang kita akan menutup kembali curve ini dengan cara yang berbeda. Hasil yang dituju adalah dua curve bundar yang saling tidak berhubungan.
    14. Dengan shape tool, pilih node (P) dan (Q) sekaligus.
    15. Click pada icon 'extend curve to close'. Bentuk (1) - (P)- (Q) akan tertutup.
    16. Dengan shape tool, pilih node (R) dan (S) sekaligus.
    17. Click pada icon 'join two nodes'. (R) dan (S) akan disatukan kembali menjadi (T).
      Bentuk (2)- (T) akan tertutup, menjadi curve dengan dua node dan dua segment. Tampak perbedaan dari hasil menutup curve dengan kedua cara. 'Extend curve to close' akan menghasilkan segment garis lurus,dan ini akan mempengaruhi kelengkungan seluruh curve. Tidak demikian halnya dengan cara'join two nodes'. Perhatikan hasilnya.
      Membuat curve tertutup
    18. Dengan shape tool, pilih node (T), (2), atau keduanya.
    19. Click icon extract sub path 'extract sub- path' pada property bar edit curve.
    Extract sub- path adalah menganggap beberapa node dari curve yang membentuk sub- path (atau sub- curve) sebagai obyek tersendiri. Kini anda memiliki dua obyek, masing masing curve (1)- (P)- (Q), dan curve (2)- (T). Pada artikel selanjutnya kita akan membahas lebih jauh mengenai Penggunaan transformasi dalam coreldraw
    Rating: 5



    0 comments:

    Post a Comment